Sabtu, 09 Februari 2013

IBU BUTA YANG MEMALUKANKU (Kisah Sedih Yang Mengharukan)



Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar

Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.

Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.

Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun
bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.

Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.

Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.

Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.

10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.

Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.

Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF, SAYA SALAH ALAMAT”

Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.

Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.

Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.

Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.

Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”

“OH…”

Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”

Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.

Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut.
Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya.Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas.
Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu.
Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu.
Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan.
Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu.
Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta

Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri....

Filosofis Dari Lagu Gundul Pacul


Ternyata lagu gundul-gundul paculmempunyai filosofi yang dalam. Lagu Gundul gundul pacul ini konon diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Gundul Pacul

Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.

Pacul adalah cangkul (red, jawa) yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani.

Gundul pacul artinya adalah bahwaseorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul utk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya atau orang banyak.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah Papat Kang Ucul (4 yg lepas). Kemuliaan seseorang tergantung 4 hal yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.

1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata adil.

Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya. Gembelengan artinya besar kepala,sombong dan bermain-main dalammenggunakan kehormatannya.

Arti harafiahnya jika orang yg kepalanya sudah kehilangan 4 indera itu mengakibatkan:
GEMBELENGAN (congkak atau sombong).

NYUNGGI2 WAKUL (menjunjung amanah rakyat atau orang banyak)GEMBELENGAN ( sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan).

SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak).

Albert Einstein VS Mr. Bean..

Petarungan yang sengit ini diawali saat Einstein dan Bean berada dalam satu penerbangan.
Untuk mengisi waktu luang, Einstein mengajak Mr. Bean bermain teka-teki..

Einstein : "Jika kamu tidak dapat menjawab pertanyaan saya, maka kamu harus memberi saya $5... Tapi jika saya yang tidak dapat menjawab pertanyaan kamu, maka saya akan memberi kamu $500. Bagaimana??

Bean : *DEAL*

Einstein : "OK. Berapa jarak Matahari ke Bumi..?"

Tanpa Berpikir panjang Bean langsung memberikan Einstein $5.
Dan dengan segera Einstein menyambut uang itu dengan senyum penuh kemenangan.

Bean : Giliranku. APA YANG NAIK BUKIT DENGAN 3 KAKI DAN TURUN BUKIT DENGAN 4 KAKI.

Einstein pun mengerutkan Dahinya, tanda dia sedang berpikir dalam..
Namun sehebat pikiran dia pun belum bisa menemukan jawabanya.
Dia pun tidak menyerah dan segera membuka Laptopnya, dan melakukan Browsing di Google, bahkan hingga mengirim Email ke semua Koleganya yang super Pintar.
Namun tetap tidak ada satupun Jawaban yang Ia Temukan.

Maka dengan berat hati Einstein pun memberikan Bean $500..
Sambil kebingungan Ia pun Bertanya.

Einstein : "Lalu apa yang NAIK BUKIT DENGAN 3 KAKI DAN TURUN DENGAN 4 KAKI..?"

Dengan 'Senyum Tanpa Dosa' Mr. Bean pun memberikan Einstein $5..

Einstein : =+*#@@?!/?/@#

Semoga Terhibur..

Jumat, 01 Februari 2013

Hidup adalah pilihan

Menjadi pelaku dari detik ke detik:
memenuhi panggilan takdir,
memenuhi panggilan jiwa,
memenuhi harapan,
mencapai impian,
melukis kisahnya sendiri…

Lintasan takdir yang saling membelit
... di antara jutaan nasib manusia yang bertemu pun,
menjadikan takdir dari masing2 manusia
saling bertegur sapa,
mencoba saling menawar,
mencari sisi nyamannya masing2
atau menyingkirkan yang tak membuat nyaman.

Dan betapapun melelahkannya kehidupan di saat tertentu,
selalu ada hadiah di saat berikutnya…
Jalan, dan berjalanlah kamu di muka bumi
dengan segenap mimpi dan harapanmu, kawan.

Setialah pada kebenaran dan kebajikan
karena Allah tak pernah mengabaikan hamba-Nya.
yang setia di jalan kebaikan.

Dan..

Hidup cuma dalam 2 nafas:
Nafas Naik dan Nafas Turun.

Hargailah Nafas yang naik karena udara yang diisap
adalah pemberian Allah secara cua-cuma
dan carilah keredhaan-Nya dalam menggunakannya.

Bertaubatlah dalam Nafas yang kedua karena mungkin itu nafas yang terakhir keluar dari tubuh bersama nyawa dan roh untuk meninggalkan dunia yang fana ini.

Hidup ada dalam 2 pilihan :
Hidup dalam keredhaan Allah.
Hidup dalam kemurkaan Allah...

renungan meja kayu

Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, ...sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.


Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.

*****************
Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap “bangunan jiwa” yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.

Inilah Lima Tempat di Dunia yang Didominasi Perempuan

Laki-laki biasanya mendominasi dalam berbagai segi kehidupan. Namun, di beberapa belahan dunia ini terdapat dominasi perempuan yang berlangsung sejak lama. inilah beberapa negara bagian yang perempuannya mendominasi sistem kehidupan.

1. Perempuan Kalash di Pakistan.
Tepatnya di wilayah Lembah Chitral, Utara Pakistan, terdapat sebuah k...omunitas masyarat yang dikenal dengan sebutan Orang-Orang Kalash (Suku Kalash). Lebih dari ribuan tahun, para perempuan Kalash memiliki peranan penting dan sentral di dalam berbagai sektor kehidupan, dan sekaligus menciptakan perdamaian dan menyebarkan cinta-kasih di dalam masyarakat Lembah Chitral. Yang unik dari budaya Kalash, kaum perempuanlah yang memilih pasangannya, dan seandainya lelaki tersebut tidak membahagiakannya maka mereka bisa menceraikannya tanpa khawatir ditolak.

2. Perempuan Meghalaya di India.
Kawasan di India ini dikenal menganut agama hindu. Kaum perempuan di Meghalaya memiliki segalanya, layaknya posisi kaum lelaki di belahan dunia lain. Kaum perempuan Meghalaya berhak atas harta warisan dan menyandang nama keluarga, dan mengambil keputusan di dalam urusan rumah tangganya.

3. Perempuan Mosou di China. Kaum perempuan ini hidup di kawasan Provinsi Yunnan dan Sichuan, yang berbatasan dengan Tibet. Sebuah etnis China yang dikenal dengan nama Kaum Mosou memiliki tradisi yang menarik berbeda dengan etnis-etnis di wilayah China. Sebuah tradisi yang menempatkan kaum perempuan setingkat di atas kaum lelakinya, bahkan tradisi mereka tidak mengenal dengan adanya pernikahan. Mereka dapat menentukan lelaki yang akan mendampinginya, yang mereka anggap pantas atau sebaliknya untuk berada di dalam rumahnya.

4. Minangkabau di Indonesia.
Sumatera Barat yang terkenal dengan masyarakat Suku Minangkabau, memiliki tradisi budaya keibuan yang sangat kuat (matrilineal) di dunia. Ketika kaum lelakinya yang sejak usia tujuh tahun telah diperintahkan untuk tinggal dan besar di lingkungan surau untuk mempelajari agama, dan setelah dirasakan cukup dewasa, mereka pun dibiarkan untuk keluar dari wilayahnya untuk ‘berpetualang’. Saat itulah peranan perempuan, terutama kaum ibu, sangat menonjol dalam berbagai sektor kehidupan mulai dari pendidikan hingga ekonomi, dan bukan bagi keluarganya saja melainkan bagi masyarakatnya.

5. Perempuan di Himalaya
Kaum perempuan yang satu ini lebih unik lagi tradisinya dibandingkan dengan keempat sebelumnya. Kaum perempuan di kawasan dataran tinggi Himalaya, sebelah utara India, mengenal dan menjalakan praktik poliandri, yakni mereka dapat menikahi dua laki-laki secara periodik. Namun tradisi itu tidak berlangsung lama dan kondisinya malah berbalik ketika dikabarkan dua saudara laki-laki dapat berbagi satu istri dalam satu atap pernikahan. Rumor mengatakan hal tersebut disebabkan kaum laki-laki Himalaya yang terancam dengan dominasi kaum perempuannya.

Lirik dan Terjemahan Cristina Perry - A Thousand Year.



Heart beats fast.
<Jantungku berdebar kencang>
Colors and prom-misses.
<Warna-warni dan janji-janji>
... How to be brave,
<Bagaimana agar Ku berani>
How can I love when I'm afraid to fall?
<Bagaimana bisa aku Cinta saat aku takut t'jatuh?>
But watching you stand alone
<Namun melihatmu sendirian>
All of my doubt suddenly goes away somehow.
<Segala bimbangku mendadak hilang begitu saja>

One step closer.
<Selangkah lebih dekat>

CHORUS :
I have died every day waiting for you.
<Tiap hari aku t'lah mati karena menantimu>
Darling don't be afraid
<Kasih jangan takut>
I have loved you for a thousand years
<Aku t'lah mencintaimu untuk ribuan Tahun.>
I'll love you for a thousand more.
<Aku kan mencintaimu untuk ribuan Tahun lagi.>

Time stands still.
<Waktu berhenti berputar>
Beauty in all she is
<Segala tentangnya begitu indah>
I will be brave.
<Aku akan menjadi pemberani.>
I will not let anything take away.
<Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja.>
What's standing in front of me
<Apa saja yang menghalangi di depanku>
Every breath
<Tiap tarikan nafas>
Every hour has come to this
<Tiap jam telah datang untuk Ini>

One step closer
<Selangkah lebih dekat>

CHORUS :
I have died every day waiting for you.
<Tiap hari aku t'lah mati karena menantimu>
Darling don't be afraid
<Kasih jangan takut>
I have loved you for a thousand years
<Aku t'lah mencintaimu untuk ribuan Tahun.>
I'll love you for a thousand more.
<Aku kan mencintaimu untuk ribuan Tahun lagi.>

And all along I believed I would find you.
<Dan selama mungkin aku yakin kan temukan dirimu>
Time has brought your heart to me.
<Waktu t'lah membawa hatimu untuku.>
I have loved you for a thousand years.
<Aku t'lah mencintaimu untuk ribuan Tahun.>
I'll love you for a thousand more
<Aku kan mencintaimu untuk ribuan Tahun lagi.>

One step closer
<Selangkah lebih dekat>
One step closer
<Selangkah lebih dekat>

CHORUS :
I have died every day waiting for you.
<Tiap hari aku t'lah mati karena menantimu>
Darling don't be afraid
<Kasih jangan takut>
I have loved you for a thousand years
<Aku t'lah mencintaimu untuk ribuan Tahun.>
I'll love you for a thousand more.
<Aku kan mencintaimu untuk ribuan Tahun lagi.>

And all along I believed I would find you.
<Dan selama mungkin aku yakin kan temukan dirimu>
Time has brought your heart to me.
<Waktu t'lah membawa hatimu untuku.>
I have loved you for a thousand years.
<Aku t'lah mencintaimu untuk ribuan Tahun.>
I'll love you for a thousand more
<Aku kan mencintaimu untuk ribuan Tahun lagi.>